Rara dan Kursi Kosong

Sumber Gambar: Canva Edited

"Ada kehilangan yang tidak berisik. Tidak jatuh. Tidak pecah. Ia hanya… tidak ada lagi."

Di ruang tamu rumah Rara, ada tiga kursi. Dua kursi saling berhadapan. Satu kursi ada di sudut, dekat jendela. Kursi di sudut itu jarang dipindah. Rara terbiasa melihatnya di sana.

Setiap sore, Rara duduk di lantai sambil menggambar. Ia sering melirik ke arah kursi itu. Kadang hanya sekilas. Kadang lama.

Suatu hari, kursi itu tidak ada. Ruang tamu terasa lebih luas. Lebih rapi. Tapi juga terasa… aneh.

Rara berdiri di tengah ruangan. Ia melihat sekeliling. Dua kursi masih ada. Meja masih sama. Jendela masih terbuka. Hanya satu yang hilang. 

Rara tidak bertanya. Ia juga tidak menangis. Ia hanya duduk di lantai, di tempat yang sama seperti biasanya. Sore itu terasa lebih sunyi.

Hari-hari berikutnya, kursi itu tetap tidak kembali. Rara mulai menyadari sesuatu. Ia sering melirik sudut ruangan itu tanpa sadar. Seperti mencari sesuatu yang sudah tidak ada.

Suatu sore, Ibu duduk di salah satu kursi. Ayah membaca buku. Rara menggambar. Semua terlihat biasa. Tapi Rara merasa ada ruang kosong di dadanya. Kecil. Tapi terasa.

“Ibu,” kata Rara pelan.

“Kursinya ke mana?”

Ibu berhenti sejenak.

Lalu menjawab, “Sudah tidak dipakai lagi.”

Rara mengangguk. Ia tidak bertanya lagi. Jawaban itu tidak menjelaskan banyak. Tapi Rara menerimanya.

Malam itu, sebelum tidur, Rara menaruh boneka kecil di sudut ruangan. Tepat di tempat kursi itu dulu berada. Bukan untuk menggantikan. Hanya supaya sudut itu tidak benar-benar kosong.

Besoknya, Rara duduk di dekat boneka itu. Ia bercerita pelan. Tentang sekolah. Tentang gambar yang ia buat. Tidak ada yang menjawab. Tapi Rara merasa sedikit lebih ringan.

Ia belajar bahwa ada rasa sedih yang tidak butuh alasan panjang. Ada kehilangan yang tidak perlu dijelaskan. Dan itu tidak apa-apa.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

1. Mengenalkan duka tanpa tragedi keras

Anak belajar bahwa kehilangan tidak selalu dramatis atau menakutkan.

2. Tidak semua perasaan perlu penjelasan

Anak diberi ruang untuk merasakan tanpa harus paham sepenuhnya.

3. Menghormati kesunyian anak

Diam bisa menjadi cara anak memproses emosi.

4. Mencari cara aman untuk merawat rasa

Menaruh boneka, duduk diam, atau bercerita pelan adalah bentuk coping yang sehat.

5. Kehilangan adalah bagian dari hidup

Anak diperkenalkan pada perubahan secara lembut dan manusiawi.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url