Rara dan Benda Retak

 

Sumber Gambar: Canva Edited

"Tidak semua yang retak ingin diperbaiki. Sebagian hanya ingin diterima, lalu disimpan dengan cara baru."

Rara punya sebuah cangkir kecil berwarna biru. Cangkir itu tidak besar. Tidak juga baru. Tapi setiap pagi, Rara memakainya untuk minum susu hangat. Ia selalu memegang bagian pegangan dengan hati-hati.

Suatu pagi, cangkir itu jatuh. Bukan karena Rara ceroboh. Ia hanya sedikit tergesa.

Suara tek terdengar. Tidak keras. Tidak juga membuat semua orang kaget.

Rara menunduk dan melihat cangkir itu. Tidak pecah. Hanya ada satu garis tipis di sisinya. Retak.

Rara memungutnya perlahan. Tangannya gemetar sedikit. 

“Masih bisa dipakai,” kata Ibu setelah melihatnya.

“Tapi harus hati-hati,” tambah Ayah.

Rara mengangguk. Ia membawa cangkir itu ke kamarnya. Ia duduk di lantai, menatap garis kecil itu lama sekali.

Cangkir itu masih sama. Warnanya masih biru. Pegangannya masih utuh. Tapi juga tidak sama lagi.

Hari itu, Rara tidak memakai cangkir biru itu. Ia memilih cangkir lain. Susunya tetap hangat, tapi rasanya terasa berbeda.

Rara melirik rak kecil tempat cangkir biru disimpan. Ia merasa seperti kehilangan sesuatu, meski cangkir itu masih ada.

Sore hari, Rara membersihkan kamarnya. Ia menggeser benda-benda kecil. Saat itulah ia melihat cangkir biru itu lagi.

Ia mengambilnya dan memegang bagian yang retak. Retaknya tidak bertambah. Tidak juga hilang.

Rara berpikir. Apakah semua yang retak harus dibuang?

Ia meletakkan cangkir itu di dekat jendela. Tak lama kemudian hujan turun pelan. Air hujan menetes dan masuk ke dalam cangkir.

Sedikit demi sedikit. Air itu tidak penuh. Karena ada retakan kecil, sebagian keluar. Namun sebagian tetap tinggal.

Rara tersenyum kecil. Cangkir itu memang tidak bisa lagi dipakai untuk minum susu. Tapi ia masih bisa menampung sesuatu.

Malam itu, Rara berkata pada Ibu,

“Aku mau simpan cangkir ini.”

Ibu tidak bertanya panjang.

“Baik,” katanya.

Sejak hari itu, cangkir biru menjadi tempat Rara menyimpan benda kecil: kancing, biji tanaman, dan batu yang ia temukan di jalan.

Cangkir itu tidak kembali seperti dulu. Tapi ia tidak dibuang. Dan Rara belajar satu hal penting: Tidak semua yang rusak kehilangan maknanya. Kadang, yang berubah hanya caranya berguna.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

1. Kehilangan kecil juga layak dihargai

Anak belajar bahwa rasa sedih tidak harus besar untuk dianggap penting.

2. Tidak semua yang rusak harus disingkirkan

Anak memahami konsep menerima perubahan.

3. Makna bisa berubah

Sesuatu yang tidak berfungsi seperti dulu masih bisa berarti.

4. Belajar melepaskan tanpa membenci

Anak diajak berdamai dengan perubahan, bukan menolaknya.

5. Empati terhadap benda dan diri sendiri

Anak belajar melihat “retak” sebagai bagian dari hidup.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url