Rara dan Batas yang Dijaga

Sumber Gambar: AI Generated

"Tidak semua tempat boleh kita lewati. Bukan karena kita tidak boleh tapi karena ada yang sedang dijaga."

Rara dan Batas yang Dijaga

Sore itu langit terlihat cerah. Rara bermain di halaman rumah. Ia membawa bola kecil dan melemparkannya pelan ke tembok, lalu menangkapnya kembali. Tidak terburu-buru. Hanya bermain sendiri.

Di samping halaman, ada sebuah pagar pendek. Tidak terlalu tinggi. Rara bisa melihat ke luar dari sela-selanya. Di luar pagar, ada jalan kecil. Tidak ramai, tapi sesekali ada orang lewat.

Rara sudah sering melihat ke sana. Tapi ia jarang mendekat.

Ibu pernah berkata,

“Mainnya di dalam halaman saja ya.”

Rara mengangguk waktu itu. Dan biasanya, ia mengikuti. Tapi sore ini terasa sedikit berbeda. Bola yang dilemparnya memantul lebih jauh dari biasanya.

“Mungkin karena aku lempar lebih kuat,” pikir Rara.

Ia mencoba lagi. Kali ini, bola memantul ke arah pagar. Rara berlari kecil mengejarnya. Bola itu berhenti tepat di dekat pagar. Tidak keluar. Tapi sangat dekat.

Rara berhenti. Ia melihat bola itu. Lalu melihat ke luar pagar. Jalan tampak sepi. Tidak ada orang lewat saat itu.

Rara memegang pagar. Ia bisa saja membuka pintu kecil di sampingnya. Mengambil bola itu dengan mudah. Sangat mudah. 

Rara menatap bola itu lagi.

“Kalau aku ambil sebentar saja…” pikirnya.

Ia tidak berniat pergi jauh. Hanya satu langkah keluar. Lalu kembali lagi.

Rara memegang gagang pintu pagar. Tangannya diam di sana. Ia teringat sesuatu.

“Mainnya di dalam halaman saja ya.”

Suara itu lembut. Tidak keras. Tapi jelas. Rara tidak merasa takut. Tidak juga merasa dilarang dengan keras. Hanya diingatkan.

Ia melihat lagi ke luar. Jalan tetap sepi. Tapi Rara tidak tahu apakah nanti akan tetap sepi. Ia tidak tahu apa yang bisa terjadi. Dan ia tidak perlu tahu semuanya.

Rara menarik tangannya dari gagang pintu. Ia tidak jadi membuka. Ia melihat ke sekeliling. Lalu mengambil tongkat kecil yang ada di dekat pot bunga.

Ia mendekat ke pagar. Dengan pelan, ia menggeser bola itu dari dalam. Sedikit sulit. Tapi bisa.

Bola itu kembali ke dalam halaman. Rara mengambilnya. Ia memegang bola itu erat. Ia tersenyum kecil. Ia tidak keluar dari pagar. Tapi ia tetap bisa mendapatkan bolanya. 

Rara kembali ke tengah halaman. Ia melempar bola lagi, kali ini lebih pelan. Ia tidak merasa kehilangan apa-apa. Ia justru merasa aman. Seperti ada sesuatu yang dijaga. Dan ia ikut menjaganya.

Sore itu berjalan seperti biasa. Langit mulai berubah warna. Angin sore datang pelan. Rara duduk di bangku kecil. Bola di tangannya. Ia melihat pagar itu sekali lagi. 

Sekarang, pagar itu tidak terasa seperti pembatas. Tapi seperti penjaga. 

Rara tidak berkata apa-apa. Tapi di dalam hatinya, ia mengerti: Tidak semua yang bisa dilakukan harus dilakukan.

Dan batas itu ada bukan untuk menjauhkan. Tapi untuk menjaga.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

  1. Anak belajar bahwa batas adalah bentuk penjagaan, bukan larangan semata
  2. Mengenalkan bahwa tidak semua yang bisa dilakukan itu baik untuk dilakukan
  3. Menanamkan rasa aman dalam aturan
  4. Mengajarkan anak untuk mengendalikan diri meski tidak diawasi
  5. Membantu anak memahami bahwa kepatuhan bisa datang dari kesadaran, bukan paksaan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url