Rara dan Tangis yang Tenang

 
Sumber Gambar: AI Generated

"Tidak semua tangis perlu dihentikan. Kadang ia datang untuk membuat hati menjadi ringan."

Rara dan Tangis yang Tenang

Sore itu hujan turun pelan. Tidak deras. Hanya rintik kecil yang jatuh satu-satu.

Rara duduk di dekat jendela. Ia melihat air yang mengalir di kaca. Garis-garis tipis yang bergerak turun perlahan.

Hari itu tidak ada hal besar yang terjadi. Tidak ada yang rusak. Tidak ada yang hilang. Tapi hati Rara terasa berbeda.

Sejak pagi, ia merasa sedikit berat. Ia tidak tahu kenapa. 

Saat di sekolah, ia tetap belajar. Tetap duduk. Tetap menjawab saat ditanya. Tapi di dalam hatinya, seperti ada awan kecil yang tidak pergi. Sekarang, di rumah, rasa itu masih ada. 

Rara memeluk lututnya. Ia menatap hujan.

“Aku kenapa ya…” pikirnya.

Ia tidak menemukan jawabannya. Tidak ada satu kejadian yang bisa ia tunjuk. Hanya perasaan itu ada. Pelan. Diam. 

Rara menelan ludah. Matanya mulai terasa hangat. Ia mengusapnya cepat. Seperti ingin menghentikan sesuatu sebelum terjadi.

“Tadi aku tidak apa-apa…” pikirnya.

“Tadi baik-baik saja…”

Tapi air itu tetap datang. Pelan. Satu tetes. Jatuh. Rara terdiam. Ia tidak berlari. Tidak juga memanggil siapa-siapa. 

Ia hanya duduk. Membiarkan. Air mata itu jatuh lagi. Dan lagi. Tidak deras. Tidak membuat suara. Hanya mengalir.

Rara menarik napas pelan. Tangannya masih memeluk lutut. Ia tidak melawan. 

Ia tidak berkata, “jangan menangis.” Ia hanya ada di situ. Bersama perasaannya.

Beberapa saat berlalu. Tangisnya tidak bertambah besar. Tapi juga tidak langsung berhenti. Seperti hujan di luar. Turun lalu pelan lalu semakin ringan.

Rara menutup matanya. Di dalam hatinya, ia berkata pelan,

“Aku sedih… tapi aku tidak tahu kenapa.”

Tidak ada jawaban. Tidak ada suara. Tapi Rara merasa cukup. Ia tidak merasa aneh lagi. Tidak merasa harus segera berhenti. Ia hanya menerima.

Beberapa menit kemudian, tangis itu mulai berkurang. Napasnya lebih tenang. Dadanya tidak lagi terasa sesak. Rara membuka mata. 

Hujan masih turun. Tapi lebih ringan. Seperti ikut mengerti. Rara mengusap pipinya. Basah. Tapi hangat. Ia menarik napas panjang. Dan menghembuskannya pelan.

Rasa di hatinya belum hilang sepenuhnya. Tapi sudah berubah. Lebih ringan. Lebih luas. Seperti ada ruang baru di dalamnya.

Rara berdiri. Ia berjalan ke dapur. Ibu sedang menyiapkan minuman hangat. Rara tidak langsung bercerita. Ia hanya berdiri di dekat Ibu.

Ibu menoleh. Melihat wajah Rara. Tidak bertanya banyak. Hanya mendekat. Mengusap kepala Rara pelan.

Rara tidak berkata apa-apa. Ia hanya bersandar sebentar. Tidak lama. Tapi cukup.

Rara kembali duduk. Memegang cangkir hangat di tangannya. Ia melihat ke luar jendela lagi. Hujan hampir berhenti.

Rara tersenyum kecil. Ia tidak lagi takut pada tangisnya. Ia tahu sekarang: Tangis tidak selalu berarti ada yang salah. Kadang ia hanya cara hati untuk menjadi lebih ringan.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

  1. Anak belajar bahwa menangis adalah hal yang wajar
  2. Mengenalkan bahwa tidak semua perasaan harus dijelaskan
  3. Mengajarkan bahwa tidak perlu menahan tangis
  4. Menanamkan bahwa perasaan akan mereda jika diterima
  5. Membantu anak merasa bahwa ia aman dengan emosinya sendiri

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url