Rara dan Jalan Berbeda

Sumber Gambar: AI Generated

"Tidak semua orang berjalan di jalan yang sama. Tapi semua bisa sampai dengan caranya sendiri."

Rara dan Jalan Berbeda

Pagi itu udara terasa segar.

Rara berjalan menuju sekolah bersama beberapa temannya. Jalan kecil yang biasa mereka lewati tampak sama seperti hari-hari sebelumnya.

Ada pohon di sisi kiri. Ada pagar panjang di sisi kanan. Dan ada dua arah jalan di depan. 

Biasanya, Rara selalu berjalan lurus. Itu jalan yang paling sering digunakan.

Tapi hari itu, salah satu temannya berkata,

“Aku mau lewat jalan yang sana.”

Ia menunjuk ke arah yang berbeda. Jalan itu sedikit lebih kecil. Tidak banyak dilewati anak-anak. Rara melihat ke arah itu. Lalu melihat ke jalan yang biasa ia lewati.

Teman lainnya tetap berjalan lurus. Rara berhenti sejenak. Ada dua arah. Ia tidak bingung. Tapi ia berpikir.

“Kalau aku ikut yang sana…”

“Kalau aku tetap di sini…”

Tidak ada yang salah. Hanya berbeda. Temannya yang memilih jalan lain sudah mulai berjalan. Langkahnya santai. Tidak ragu. 

Rara memperhatikan. Ia tidak terlihat takut. Ia juga tidak terburu-buru. Hanya memilih.

Rara menoleh ke jalan yang biasa. Teman-teman lain juga berjalan seperti biasa. Tidak ada yang aneh. Semua berjalan seperti yang mereka pilih.

Rara menarik napas pelan. Ia tidak ingin terburu-buru. Ia melihat ke dalam dirinya.

“Aku mau lewat mana ya…” tanyanya pelan.

Bukan karena ikut-ikutan. Bukan juga karena ingin terlihat sama. Hanya ingin memilih.

Beberapa detik berlalu. Rara melangkah. Ia memilih jalan yang lebih kecil. Bukan karena lebih baik. Bukan karena lebih menarik. Tapi karena ia ingin mencoba.

Ia berjalan pelan. Jalan itu memang sedikit berbeda. Lebih sepi. Lebih tenang. Langkahnya terdengar lebih jelas.

Ia melihat sekeliling. Ada bunga kecil di pinggir jalan. Ada daun yang jatuh pelan. Rara tersenyum kecil. Rasanya berbeda. Tapi tidak salah.

Saat sampai di sekolah, Rara melihat teman-temannya yang datang dari jalan biasa. Mereka juga sampai. Tidak ada yang lebih cepat. Tidak ada yang lebih terlambat. Hanya sampai.

Rara duduk di bangkunya. Ia memikirkan perjalanan tadi. Tentang dua jalan. Tentang pilihan. Tentang langkahnya sendiri.

Ia tidak merasa lebih hebat. Ia juga tidak merasa lebih baik. Ia hanya merasa cukup.

Saat pulang, Rara kembali berjalan. Kali ini, ia memilih jalan yang biasa. Tidak ada yang berubah. Ia tetap sampai.

Rara mulai mengerti sesuatu. Tidak semua orang harus berjalan di jalan yang sama. Tidak semua pilihan harus terlihat sama. Yang penting berjalan dengan tenang. Dengan cara sendiri. Dengan hati yang tidak membandingkan.

Sore itu, Rara duduk di halaman rumah. Ia melihat jalan kecil di depan rumahnya. Kadang orang lewat cepat. Kadang pelan. Kadang sendiri. Kadang bersama. Semua berjalan. Dengan cara masing-masing.

Rara tersenyum. Ia tidak perlu mengikuti semua orang. Ia juga tidak perlu berbeda untuk terlihat. Ia hanya perlu berjalan. Dengan langkahnya sendiri. Dan itu cukup.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

  1. Anak belajar bahwa setiap orang memiliki jalan yang berbeda
  2. Mengenalkan bahwa tidak perlu mengikuti semua orang
  3. Mengajarkan bahwa pilihan pribadi itu penting
  4. Menanamkan bahwa tidak ada yang lebih atau kurang, hanya berbeda
  5. Membantu anak merasakan bahwa menjalani jalan sendiri dengan tenang adalah cukup

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url