Rara dan Tenang di Akhir Hari
![]() |
| Sumber Gambar: AI Generated |
"Hari tidak selalu harus sempurna. Kadang cukup dijalani, lalu ditutup dengan tenang."
Rara dan Tenang di Akhir Hari
Malam mulai turun perlahan. Langit yang tadi biru, kini berubah menjadi gelap dengan bintang-bintang kecil yang muncul satu per satu.
Rara duduk di tepi tempat tidurnya. Kakinya menggantung pelan. Hari itu sudah selesai.
Tidak ada kejadian besar. Tidak ada hal yang sangat istimewa. Tapi juga tidak ada yang salah. Rara mencoba mengingat harinya.
Pagi tadi ia bangun sedikit terlambat. Tidak terlalu lama, tapi cukup membuatnya terburu-buru. Ia sempat merasa tidak enak. Tapi hari tetap berjalan.
Di sekolah, ia mengerjakan tugas. Ada bagian yang ia bisa. Ada juga yang belum terlalu ia mengerti.
Ia sempat melihat teman yang lebih cepat. Sempat merasa sedikit tertinggal. Tapi kemudian ia mengerjakan dengan caranya sendiri. Pelan. Tidak sempurna. Tapi selesai.
Saat istirahat, ia bermain. Tidak ramai. Tidak juga sendiri. Biasa saja.
Sore hari, ia pulang. Duduk di halaman. Melihat langit. Tidak lama. Tapi cukup membuatnya tenang.
Sekarang, malam sudah datang. Rara masih duduk. Memikirkan semuanya.
Jika ia melihat lebih dalam, hari itu tidak sempurna. Ada bagian yang kurang. Ada yang tidak sesuai keinginannya. Tapi anehnya ia tidak merasa kecewa. Ia hanya merasa tenang.
Rara menarik napas pelan. Lalu menghembuskannya perlahan. Ia tidak mencoba memperbaiki hari itu. Tidak juga mengulang. Ia hanya menerimanya.
“Ini hariku…” pikirnya.
Tidak lebih. Tidak kurang. Cukup.
Rara berbaring di tempat tidur. Menarik selimut sampai ke dada. Lampu sudah dimatikan. Ruangan menjadi lebih sunyi. Tapi tidak kosong.
Rara menatap langit-langit sebentar. Lalu memejamkan mata. Di dalam hatinya, ia mulai berbicara. Tidak panjang. Tidak rapi.
“Hari ini aku… sudah berusaha…”
Ia berhenti sebentar. Mencari kata berikutnya. Tapi tidak perlu banyak.
“Kalau ada yang belum baik… aku ingin besok lebih baik…”
Ia tidak merasa berat mengatakannya. Tidak juga merasa harus sempurna. Hanya jujur.
Beberapa detik kemudian, ia menambahkan satu kalimat lagi.
“Terima kasih… untuk hari ini…”
Sunyi. Tenang. Tidak ada jawaban dengan suara. Tapi hati Rara terasa hangat. Seperti dipeluk pelan.
Rara tidak memikirkan lagi apa yang kurang. Tidak membandingkan dengan hari orang lain. Tidak juga mengingat siapa yang lebih baik. Ia hanya berada di akhir harinya. Dengan dirinya sendiri. Dengan hatinya. Dan dengan rasa yang cukup.
Napasnya mulai teratur. Tubuhnya semakin rileks. Pikirannya tidak lagi ramai.
Sebelum benar-benar tertidur, satu perasaan tinggal di dalam dirinya: Hari ini tidak sempurna. Tapi aku sudah menjalaninya. Dan itu cukup.
Rara tertidur. Dengan tenang.
Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)
- Anak belajar bahwa hari tidak harus sempurna untuk tetap berharga
- Mengenalkan bahwa cukup adalah perasaan menerima, bukan menyerah
- Mengajarkan kebiasaan refleksi sederhana sebelum tidur
- Menanamkan bahwa Allah melihat usaha, bukan hasil semata
- Membantu anak merasakan bahwa menutup hari dengan tenang adalah bentuk syukur
