Rara dan Menunggu
![]() |
| Sumber Gambar: Canva Edited |
"Ada hal-hal yang tidak bisa dikejar. Bukan karena tidak penting, tetapi karena ia datang saat waktunya tiba."
Rara duduk di teras rumah sejak pagi. Ia menunggu. Ia tidak tahu pasti apa yang ditunggunya. Tapi rasanya seperti ada sesuatu yang belum datang. Di tangannya ada segelas air. Di sampingnya, tas sekolah.
Hari itu libur. Tidak ada tugas. Tidak ada jadwal. Hanya waktu yang berjalan pelan. Rara melihat jam dinding. Jarumnya bergerak perlahan. Ia menunggu jarum itu sampai ke angka yang ia inginkan. Angka berapa? Rara sendiri tidak tahu.
Ibu keluar membawa sapu.
“Kamu menunggu apa?” tanya Ibu.
Rara berpikir sebentar.
“Aku tidak tahu,” jawabnya jujur.
Ibu tersenyum.
“Tidak apa-apa.”
Rara tetap duduk. Pagi berganti siang. Bayangan di lantai berpindah. Rara menunggu sambil memperhatikan semut. Satu baris berjalan rapi membawa remah roti.
Semut-semut itu tidak terburu-buru. Tapi mereka terus berjalan. Rara memperhatikan lama. Ia ikut menunggu seperti mereka. Tidak diam. Tapi juga tidak berlari.
Siang itu, Rara merasa bosan. Ia berdiri, berjalan sebentar, lalu duduk lagi. Menunggu terasa panjang. Kadang membuat dada terasa kosong.
“Menunggu itu capek ya,” gumamnya.
Sore hari, awan bergerak pelan. Langit berubah warna. Rara masih di teras. Ia menggambar di buku kecilnya. Tidak rapi. Tidak selesai. Tapi tangannya bergerak. Ayah pulang. Melihat Rara.
“Kamu seharian di sini?” tanya Ayah.
Rara mengangguk.
“Kamu menunggu apa?”
Rara menggeleng.
“Aku hanya menunggu.”
Ayah duduk di samping Rara. Tidak bertanya lagi. Mereka duduk bersama. Tanpa banyak bicara.
Sore berubah menjadi malam. Lampu teras dinyalakan. Rara merasa sesuatu berubah di dalam dirinya. Tidak ada yang datang. Tapi rasa gelisahnya berkurang.
Ia sadar, menunggu tidak selalu tentang hasil. Kadang hanya tentang memberi waktu pada diri sendiri.
Sebelum tidur, Rara menulis:
“Menunggu itu tidak kosong. Ia penuh dengan waktu.”
Ia tersenyum kecil.
Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)
1. Menunggu bukan berarti pasif
Anak belajar bahwa menunggu bisa disertai aktivitas ringan dan sadar.
2. Kesabaran adalah keterampilan
Bukan bawaan, tapi sesuatu yang dilatih pelan-pelan.
3. Tidak semua rasa harus segera selesai
Anak belajar memberi waktu pada perasaan.
4. Menghargai proses tanpa hasil instan
Dunia tidak selalu cepat, dan itu tidak salah.
5. Kehadiran lebih penting dari solusi
Orang dewasa menemani tanpa memaksa.
