Rara dan Tidak Melakukan Apa-Apa

Sumber Gambar: Canva Edited

"Ada hari ketika bergerak terasa terlalu berat. Maka diam menjadi cara paling jujur untuk bertahan."

Rara dan Tidak Melakukan Apa-Apa

Hari itu, Rara bangun dan tidak ingin melakukan apa pun. Ia tidak ingin membaca. Tidak ingin menggambar. Tidak ingin keluar rumah. 

Ia hanya ingin duduk. Rara duduk di lantai kamarnya. Jendela terbuka sedikit. Angin masuk pelan.

Biasanya, Rara merasa harus melakukan sesuatu. Hari terasa salah jika terlalu sepi. Tapi hari itu, tubuhnya berkata lain.

Rara memeluk lututnya. Ia tidak sedih. Ia juga tidak senang. Ia hanya… lelah.

Ibu lewat dan melihat Rara.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Ibu lembut.

Rara mengangguk.

“Iya.”

Ibu tidak bertanya lagi. Ia hanya duduk sebentar di dekat pintu. Rara merasa ditemani.

Jam berjalan. Bayangan berpindah. Rara masih duduk di tempat yang sama. Pikiran-pikirannya datang dan pergi. Tidak ada yang menetap lama. Rara memperhatikan debu menari di cahaya matahari. Geraknya lambat. Tenang.

Sore hari, Rara pindah ke teras. Ia duduk di kursi kecil. Tetangga lewat. Burung bertengger sebentar. Rara tidak ikut apa pun. Dan itu tidak membuatnya merasa bersalah.

Malam datang. Rara merasa tubuhnya lebih ringan. Bukan karena melakukan sesuatu, api karena ia berhenti.

Sebelum tidur, Rara menulis satu kalimat:

“Hari ini aku diam.

Dan aku baik-baik saja.”

Ia menutup buku.

Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)

  1. Diam bukan tanda malas, tapi sinyal tubuh dan hati yang perlu didengar.
  2. Anak belajar mengenali batas tanpa rasa bersalah.
  3. Berhenti sejenak adalah bagian dari menjaga diri.
  4. Kehadiran orang dewasa tanpa tekanan memberi rasa aman.
  5. Anak memahami bahwa nilai diri tidak hilang saat tidak produktif.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url