Rara dan Pilihan Kecil
![]() |
| Sumber Gambar: Canva Edited |
"Tidak semua keputusan mengubah dunia. Sebagian hanya mengubah arah hati. Dan itu sudah cukup berarti."
Pagi itu, Rara berdiri di depan lemari pakaiannya. Di dalamnya tergantung beberapa baju. Warnanya tidak banyak. Semua terlihat hampir sama.
Biasanya, Ibu sudah menyiapkan baju yang akan dipakai. Hari itu tidak.
“Kamu mau pakai yang mana?” tanya Ibu dari dapur.
Rara menatap baju-baju itu lama. Ia tidak bingung. Ia hanya… berhenti sejenak.
Dulu, memilih terasa berat. Takut salah. Takut tidak cocok. Sekarang, Rara memperhatikan perasaannya.
Ia mengambil satu baju berwarna biru muda. Bukan yang paling baru. Bukan yang paling sering dipakai. Hanya yang terasa pas. Ia memakainya. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada yang istimewa. Tapi Rara merasa senang.
Di meja makan, Ayah memperhatikan.
“Kamu pilih sendiri?”
Rara mengangguk.
“Iya.”
Ayah tersenyum.
“Bagus.”
Setelah sarapan, Rara mengambil tas kecilnya.
Hari itu, tidak ada rencana besar. Ia hanya akan bermain di sekitar rumah.
Di luar, Rara berdiri di persimpangan kecil. Satu jalan menuju taman. Satu jalan menuju rumah temannya.
Biasanya, ia langsung mengikuti yang ramai. Hari itu, ia berhenti. Ia bertanya pada dirinya sendiri,
aku ingin ke mana? Rara memilih taman.
Taman itu tidak ramai. Hanya ada beberapa pohon dan bangku tua. Rara duduk di salah satu bangku. Ia memperhatikan daun jatuh. Satu per satu.
Ia mengambil daun kecil dan menyimpannya di saku. Bukan untuk apa-apa. Hanya karena ia ingin.
Siang hari, Rara pulang. Ia membantu Ibu menyusun piring.
Ibu berkata, “Kamu mau bantu yang besar atau yang kecil?”
Rara melihat tumpukan itu. Ia memilih piring kecil. Tidak karena takut. Hanya karena itu yang ingin ia lakukan. Ibu tidak mengomentari. Hanya menerima.
Sore hari, Rara menggambar. Gambarnya tidak rapi. Tidak jelas bentuknya. Ia berhenti sebelum selesai. Biasanya, ia memaksa sampai tuntas. Hari itu, tidak. Ia menutup buku gambarnya.
Malam tiba. Rara duduk di tempat tidurnya. Ia mengingat hari itu. Tidak ada kejadian besar. Tidak ada keputusan penting. Tapi ia merasa lebih dekat dengan dirinya sendiri.
Sebelum tidur, Rara menulis di buku kecilnya:
“Hari ini aku memilih. Hal kecil. Tapi itu punyaku.”
Ia tersenyum. Ia menyadari sesuatu. Kepercayaan tidak selalu datang dari keputusan besar. Ia tumbuh dari hal-hal kecil yang dihargai.
Rara mematikan lampu. Di dalam gelap, ia merasa terang.
Nilai yang Bisa Diambil (untuk Orang Tua)
- Anak belajar bahwa pilihan kecil adalah latihan percaya diri.
- Tidak semua keputusan perlu hasil besar untuk dianggap bermakna.
- Memberi anak ruang memilih membantu pembentukan identitas.
- Menghormati pilihan anak, sekecil apa pun, menumbuhkan rasa aman.
- Anak belajar mendengarkan dirinya sendiri.
.png)